Audio Salaf
Nasehat Salaf dan Tanya-jawab seputar Ramadhan (Bag.6)
Oleh: Ustadz Abu Mu’awiyyah ‘Askariy Jamal al-Bugisiy
Kajian ke-5 “SIAPAKAH ORANG YANG BERPUASA NAMUN MERUGI PUASANYA ?”
Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam (bahwa beliau) bersabda (yang artinya) : ” Sesungguhnya dalam surga ada 1 (satu) pintu yang disebut dengan Rayyan, orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terakhir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya ” [Hadits Riwayat Bukhari 4/95, Muslim 1152, dan tambahan lafadz yang akhir ada pada riwayat Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1903]
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam telah menjelaskan dalam hadits yang shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa.
Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang. Inilah pahala yang besar, keutamaan yang agung yang banyak dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih.
NAMUN betapa banyak manusia yang menganggap dirinya telah berbuat baik (dalam persoalan ibadah) AKAN TETAPI tidak mengetahui bahwa Alloh ta’ala menolak ibadah tersebut. Demikian juga dengan perkara-perkara yang membatalkan puasa ternyata tidak diketahui, lantas bagaimana dapat menjamin puasa tersebut SAH ? semoga kajian kali ini dapat membimbing kita dalam meraih puasa selama 1 (satu) bulan dengan memohon Wajah Alloh ta’ala dan mengikuti tuntunan RosulNya shallallahu ‘alayhi wa sallam yang disampaikan dengan dalil-dalil (nash) yang datangnya dari Rosulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam
- Nasehat Salaf .. bag.1 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 1
- Nasehat Salaf .. bag.2 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 2
- Nasehat Salaf .. bag.3 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 3
- Nasehat Salaf .. bag.4 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 4
- Nasehat Salaf .. bag.5 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 5
7 (Tujuh) prinsip sikap seorang muslim jika terjadi perselisihan
Oleh: Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Jamal al-Bugisiy
Diambil dari muqoddimah (pengantar) Dauroh Hukum Musik, Lagu dan Nasyid saat berlangsung di Masjid Istiqomah Pertamina – Balikpapan, tentang 7 (Tujuh) prinsip sikap seorang muslim jika terjadi persoalan dalam agamanya yang erat kaitannya dengan masalah yang nantinya sering kita temui dalam kajian online kita pada kesempatan yang lainnya.-InsyaAllohu Ta’ala
- Mayoritas bukanlah ukuran kebenaran :: Mayoritas bukanlah ukuran kebenaran
Bagaimana menyikapi perbedaan penentuan hari puasa dan 2 hari raya ?
Oleh: Ustadz Muhammad Umar as-Sewed
“Puasa itu adalah di hari kalian (umat Islam) berpuasa, berbuka adalah pada saat kalian berbuka, dan berkurban/ Iedul Adha di hari kalian berkurban.” [HR. at-Tirmidzi no. 697, dishohihkan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shohihah no. 224]
Setiap tahunnya kerap terjadi perbedaan menentukan hari pertama bulan suci demikian berlanjut penentuan 2 (dua) Hari Raya (‘Ied dan Qurban), sehingga tak jarang memunculkan kegelisahan antar umat Muslim. InsyaAlloh tanya-jawab ini bermanfaat untuk menyikapi perbedaan tersebut.
[Catatan]
Baca juga Fatwa al-Imam Muhaddits asy-Syaikh al-Albaniy rahimahulloh tentang "Sholat Dua Hari Raya Bersama Pemerintah" dan Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah oleh Ustadz Qomar ZA
- Tanya-Jawab .. bag.1 :: Tanya-Jawab Ramadhan bag.1
- Tanya-Jawab .. bag.2 :: Tanya-Jawab Ramadhan bag.2
- Tanya-Jawab .. bag.3 :: Tanya-Jawab Ramadhan bag.3
Nasehat Salaf dan Tanya-jawab seputar Ramadhan (Soal-Jawab #3)
Oleh: Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Jamal al-Bugisiy
- Memasukkan cairan kedalam tubuh melalui pembuluh darah disaat berpuasa
- Bolehkan dalam keadaan safar, suami istri tidak puasa dan melakukan jima’
- Wajibkah mandi junub ketika keluar air mani disaat berpuasa (ketika cium bersama istri – mimpi basah)
- Apakah berenang didalam kolam renang membatalkan puasa
- Apakah boleh seorang kuli yang bekerja keras dan berat untuk tidak berpuasa ?
- Bersiwak disiang hari dan adanya serpihan kecil yang tertelan dikarenakan tidak sengaja
- Tidak berpuasa karena tidak sahur, apakah harus di qodho ?
- Membeli barang ditoko yang tercampur barang harom dan halal
- Apakah boleh meneruskan sahur ketika berkumandang adzan, tetapi tidak menambah lagi.
Catatan
Tanya-Jawab seputar Ramadhan insyaALLOH senantiasa ditambah/diperbahurui, dan bagi yang berminat untuk mengirimkan pertanyaan/soal yang berkaitan dengan IBADAH DI BULAN RAMADHAN dapat menghubungi kami di email : audio[at]ahlussunnah.web.id atau dapat mengisikannya di dalam komentar yang telah disediakan.
- Tanya-Jawab Ramadhan #1 :: Tanya-Jawab Ramadhan bag.1
- Tanya-Jawab Ramadhan #2 :: Tanya-Jawab Ramadhan bag.2
Nasehat Salaf dan Tanya-jawab seputar Ramadhan (Bag.5)
Oleh: Ustadz Abu Mu’awiyyah ‘Askariy Jamal al-Bugisiy
Kajian ke-5 “ PEMBATAL-PEMBATAL PUASA YANG DIPERSELISIHKAN OLEH PARA ULAMA SALAF DAN PENDAPAT YANG RAJIH (KUAT) DIANTARA MEREKA)”
- Penjelasan hukum berbekam (hijamah) bagi orang yang berpuasa
- Penjelasan hukum menggunakan celak (itsmit) bagi orang yang berpuasa
- Penjelasan hukum minum / makan / ‘mendatangi istri’ saat berpuasa namun lupa
- Penjelasan hukum menelan ludah orang lain
- Penjelasan hukum onani dan mimpi basah disiang hari Ramadhan
- Penjelasan hukum orang yang dipaksa makan disaat berpuasa
- Penjelasan hukum menggunakan pasta gigi
- Nasehat Salaf .. bag.1 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 1
- Nasehat Salaf .. bag.2 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 2
- Nasehat Salaf .. bag.3 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 3
- Nasehat Salaf .. bag.4 :: Nasehat Salaf dalam Bulan Ramadhan bagian 4
Nasehat Salaf dan Tanya-jawab seputar Ramadhan
Alhamdulillah ‘ala kulli haal (Segala puji hanya milik Alloh dalam setiap keadaan) – insyaALLOH untuk menyambut Bulan Ramadhan – kami pengelola audio salaf akan menampilkan edisi khusus audio kajian seputar Ramadhan, yang insyaALLOH akan dimulai pekan pertama awal bulan September 2007.
Dengan kajian pertama " Nasehat para kaum salaf dalam menjalankan Ibadah " dan " Tanya-Jawab seputar Puasa Ramadhan". Untuk Tanya-jawab tersedia sebanyak 42 pertanyaan dalam 2 file (1 format .mp3 dan 1 format .zip)
Daftar pertanyaan Seputar Ramadhan (diantaranya).
1. Hukum berhujjah dengan hadist yang dhoif.
2. Apa yang dimaksud dengan hilal dan bagaimana cara melihatnya
3. Apa hukumnya mengkhususkan kegiatan ibadah dibulan puasa
4. Apakah ada mengqodho puasa yang diqodho
5. Apakah hukummya seorang wanita membayar utang puasa ketika waktu 2x ramadhan telah lewat disebabkan tidak mampu
6. Bagaimana mengqodho puasa apabila wanita mau membayarnya namun tiba hamil dan sakit
7. Bolehkah berbuka puasa itu tidak dengan kurma
8. Mana yang utama bagi pria shalat lail dibulan ramadhan dimasjid atau bersama keluarga di rumah
9. Mana yang utama berbuka bersama keluarga atau berjamaah dengan kaum muslimin
10. Hukum berjualan makanan pada siang hari dibulan ramadhan
11. Hukum berkumur-kumur ketika puasa
12. Hukum berpuasa namun menyentuh wanita yang bukan mahram
13. Hukum berpuasa namun tidak pernah melakukan shalat
14. Hukum bersenda gurau dibulan puasa
15. Bagaimana jika di undang makan keadaan kita lagi mengqodho puasa
16. Hukum lupa berniat puasa karena ketiduran
17. Jika saat sahur terdengar kumandang adzan apakah menghentikan atau teruskan memakan makanan
18. Hukum makan sahur sebelum mandi junub
19. Hukum membayar fidyah dengan uang seharga makanan
20. Hukum membayar fidyah itu 1x sehari makan atau 3x sehari makan untuk org miskin.
Dan masih banyak lagi pertanyaan seputar puasa ramadhan. Simak dan nantikan diedisi khusus ini.
[Catatan]
Mohon sebarkan informasi ini kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan untaian nasehat salaf dalam menjalankan ibadah dan tanya-jawab seputar puasa dan bulan ramadhan
BarokALLOHUfiyk
Wajibnya mengikuti Manhaj Salaf
Oleh: Ustadz Muhammad Umar as-Sewed
(Diambil dari kajian kitab “Irsyadul Bariyah”)
Semoga Alloh jalla wa ‘ala merahmati Ibnu Abil ‘Izzi al-Hanafi ketika berkata : “Mengikuti para sahabat adalah petunjuk sedangkan menyelisihi mereka adalah kesesatan”. (Syarah Aqidah Thohawiyah 2/244)
Saudaraku sekalian, barokAllohufiyk namun betapa sering kita mendengar perkataan atau tulisan yang mencaci atau setidaknya membenci istilah ‘salafi’ atau ‘salafiyah. Tidak tertinggal gerombolan para ahlul ahwa’ (pengikut hawa nafsu) dan para hizbiyyun (pemecah belah ummat) melabelkan berbagai macam nama bagi pengikut salaf, (semisal) Salafi Yamani – Salafi Haroki – dan seterusnya..
InsyaAlloh kajian kita kali ini menjelaskan dalil-dalil yang mewajibkan mengikuti jejak langkah para mereka, kaum salaf (yakni orang-orang yang Allo ta’ala persaksikan kemuliaannya), sebagaimana Allah ta’ala berfirman (artinya) ” Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. ” (QS. At-Taubah : 100)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahuanhu seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata : “Barangsiapa yang ingin mencari suri tauladan yang baik maka jadikan yang telah meninggal sebagai suri tauladan, karena yang masih hidup tidak bisa dijamin selamat dari fitnah. Mereka adalah para sahabat Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Mereka adalah semulia-mulianya umat ini, yang paling baik hatinya, yang paling mendalam ilmunya, yang paling sedikit berlebih-lebihan. Mereka adalah sekelompok orang yang Allah pilih untuk menemani Nabi-Nya serta untuk menegakkan agama-Nya. Maka kenalilah jasa-jasa mereka dan ikuti jejak mereka serta berpegang teguhlah dengan akhlak serta agama mereka karena mereka berada diatas jalan yang lurus”. (Syarah Aqidah Thohawiyah 2/546 oleh Ibnu Abil ‘Izzi al-Hanafi )
- Mengenal Manhaj Salaf :: Mengenal Manhaj Salaf
Mana yang utama, Mencari Ilmu atau Berdagang ?
Oleh: Ustadz Muhammad Umar as-Sewed
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau apabila melihat para pemuda giat mencari ilmu, beliau berkata: “Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” (Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlih, karya Al-Imam Ibnu ‘Abdil Barr, 1/52)
Bahwasanya sifat mereka secara umum adalah sibuk dengan mencari ilmu dan tinggal di rumah dalam rangka untuk mudzaakarah (mengulang pelajaran yang telah didapatkan) dan mempelajarinya. Semuanya ini menyibukkan mereka dari memperhatikan berbagai macam pakaian dan kemewahan dunia secara umum demikian juga hal-hal yang tidak bermanfaat atau yang kurang manfaatnya dan hanya membuang waktu belaka seperti berputar-putar di jalan-jalan (mengadakan perjalanan yang kurang bermanfaat atau sekedar jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas) sebagaimana yang biasa dilakukan oleh selain mereka dari kalangan para pemuda.
- Dauroh Adab-adab menuntut Ilmu :: Dauroh Adab-adab menuntut Ilmu
Hukum Wanita Menyetir Mobil dan Safar tanpa Mahrom
Oleh : Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Jamaluddin al-Bugisiy
[*Catatan]
Safar : Bepergian Jauh
Definisi Mahrom:
Berkata Imam Ibnu Qudamah rahimahullah, “Mahrom adalah semua orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya karena seba nasab, persusuan dan pernikahan.” [Al-Mughni 6/555]
Berkata Imam Ibnu Atsir rahimahullah, ” Mahrom adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi selama-lamanya seperti bapak, anak, saudara, paman, dan lain-lain”. [An-Nihayah 1/373]
Berkata Syaikh Sholeh Al-Fauzan, ” Mahrom wanita adalah suaminya dan semua orang yang haram dinikahi selama-lamanya karena sebab nasab seperti bapak, anak, dan saudaranya, atau dari sebab-sebab mubah yang lain seperti saudara sepersusuannya, ayah atau pun anak tirinya”. [Tanbihat ‘ala Ahkam Takhtashu bil mu’minat hal ; 67]
- Tanya-jawab wanita (1) :: Tanya-jawab seputar wanita
- Tanya-jawab wanita (2) :: Tanya-jawab seputar wanita
Merangkai Kata - Menebar Dusta Kaum Khawarij (bag.2-selesai)
Oleh: Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Jamal al-Bugisiy
(Judul diatas “Merangkai Kata – Menebar Dusta Kaum Khawarij” diambil dari 2 Dauroh “Membongkar Kedustaan Risalah Mujahidin” oleh Tasjilat Ittiba’ussunnah,Klaten dan “Membongkar Kesesatan Khawarij Gaya Baru” oleh Tasjilat Ibnul Qoyyim,Balikpapan)
Irfan S. Awwas, Ketua Lajnah Tanfidziah MMI—yang juga Pemimpin Umum Risalah Mujahidin, punya penilaian lain tentang penolakan atas debat terbuka tersebut. “Itu berarti kelompok tersebut tidak ingin penyelesaian perkara secara damai,” kata Irfan. Dalam pandangan Irfan, semua umat Islam itu juga seorang salafi. “Jadi, kalau menganggap pihak lain bukan salafi, itu sebuah kejahatan. Berarti dia mengafirkan pihak lain yang tidak sependapat” ia menjelaskan.
Majalah Risalah Mujahidin, menurut Irfan, diterbitkan sebagai bagian dari sarana untuk sosialisasi syariah Islam di kalangan MMI. “Juga untuk pencerahan pemikiran umat Islam dalam menumbuhkan semangat bersyariah,” ujar Irfan. Isinya pun beragam, dari berita politik yang juga bersinggungan dengan Islam sampai soal bagaimana mengatur kehidupan negara ataupun keluarga. “Kami juga membedah gerakan organisasi Islam yang sesuai syariah Islam maupun yang sebaliknya,” ia menguraikan. (sumber: Majalah Gatra Nomor 30 Beredar Kamis, 7 Juni 2007 – versi online )
Benarkah demikian apa yang dikatakan jama’ah khawarij indonesia ini ? simak kajian kali ini.
[Catatan]
Nantikan, tanya-jawab seputar “Daftar pesantren dan tokoh-tokoh Khawarij di Indonesia” InsyaAlloh
- Merangkai Kata - Menebar Dusta Kaum Khawarij (bag.1) :: Merangkai Kata - Menebar Dusta Kaum Khawarij (bag.1)
Tafsir lafadz Bismillaahirahmaanirrahiim
Oleh: Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Jamaluddin al-Bugisiy
Bismillaahirahmaanirrahiim ( (Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
Para sahabat membuka Kitabullah dengan membacanya. Dan para ulama telah sepakat bahwa lafadz Bismillaahirahmaaniahiim adalah salah satu ayat dari surat an-Naml. Tetapi, mereka berbeda pendapat apakah basmalah itu ayat yang berdiri sendiri pada awal setiap surat ataukah meupakan bagian dai awal masing-masing surat dan ditulis pada pembukaannya. InsyaAlloh dalam kajian kita kali ini akan dijelaskan secara lengkap penafsiran lafadz Bismillaahirahmaaniahiim.
Bagi yang berminat memiliki kajian lengkap tentang tafsir Juz ‘Amma menghubungi kami disini
Pokok-pokok ajaran sesat LDII
oleh: Ust. Dzulqarnain
LDII / Islam Jam’ah sudah menyebar ke seluruh pelosok indonesia, dikarenakan metode dakwah mereka yang halus untuk mengelabui masyarakat, dan melalui muballigh mereka tidak melarang siapa saja bergabung (syiah,sufi,tasawuf,inkarul sunnah). Muballigh LDII tidak perduli mencapurkan antara yang Haq dan Bathil dalam berdakwah, bagi mereka yang penting mencari jama’ah sebanyak-banyaknya. Dan tidak ada istilah nahi munkar, yang ada hanya amal ma’ruf berdasarkan pemahaman Imam jama’ah mereka.
Pokok-pokok ajaran sesat LDII :
- Selain mereka adalah Kafir, hanya mereka saja yang Islam. Bahkan orang tua/saudara/sanak keluarga yang muslim diluar jama’ah mereka adalah Kafir.
- Dengan diketahuinya sudah oleh masyarakat umum, jika bekas sholat diluar jama;ah mereka dianggap najis (tidak sah), untuk menutup-nutupi, mereka berpura-pura sholat berjama’ah dengan orang lain, setelah itu wajib mengulangnya di rumah.
- Metode taqiyyah (berbohong untuk menyembunyikan jatidirinya) adalah wajib bagi setiap jama’ah untuk menebarkan dakwah sesat mereka.
- Logika (akal) lebih dahulu didahulukan daripada Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam.
- Lebih ta’at kepada imam atau amir (setelah berbai’at) daripada ta’at kepada Ulama yang lain.
- Haram mengaji atau mengkaji hadits selain dengan imam atau amir mereka
- Haram mengeluarkan zakat,shadaqah,infak selain ke pada amir jama’ah mereka.
- Tidak boleh membeli ke penjual selain jama’ah mereka dipasar-pasar/toko.
- Haram mengambil hadits selain yang keluar dari perkataan/penjelasan amir atau imam mereka (alias mankul)
- Mati sebelum berba’iat kepada amir mereka adalah mati kafir.
- Boleh mencuri,merampok,korupsi,menipu asalkan jangan jama’ah mereka yang jadi korban dan asal tidak ketahuan. (jika ketahuan yang disalahkan adalah bukan perkara mencurinya tapi yang mencurinya kenapa ketahuan)
- Boleh jika terpaksa sholat dibelakang selain amir/imam mereka dengan tidak berwudhu, dan wajib mengulang dirumah.
- Haram menikah dengan orang diluar jama’ah mereka.
- Dilarang (kecuali jika terpaksa) sholat didalam masjid selain masjid mereka.
- Dialog bersama jama'ah LDII :: Dialog bersama jama'ah LDII
Dialog bersama LDII
oleh: Ust. Dzulqarnain
Sumber:(Direkam ketika membantah LDII didepan jama’ah LDII)
Islam Jama‘ah adalah suatu nama jama‘ah sempalan yang sangat identik dengan Khawarij. Kelompok ini pusatnya di Indonesia dan hampir tidak terdengar namanya di luar Indonesia, walaupun mereka mengaku-ngaku bahwa jama‘ah mereka ini telah mendunia. Jama‘ah ini didirikan oleh seorang yang bernama Nur Hasan Ubaidah , yang menurut pengakuannya bahwa jema‘ah ini telah ada sejak tahun 1941. Namun yang benar ia baru dibai‘at pada tahun 1960. Kelompok ini berdiri pertama kalinya dengan nama Darul Hadits. Lalu kemudian berganti-ganti nama menjadi YPID (Yayasan Pendidikan Islam Djama‘ah), lalu LEMKARI dan pada tahun 1991 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia).
LDII dalam situs resminya (dikutip dari republika online 06/08/2007) mengatakan bahwa mereka tidak ada hubungan dengan Islam Jama’ah yang pernah dilarang di Indonesia. Sekali lagi ini adalah taqiyyah. Kenyatannya, LDII itu ya Islam Jama’ah, ya LEMKARI, ya Darul Hadist. Kelompok dan orangnya itu-itu juga.
Alhamdulillah ‘ala kulli haal, telah banyak buku-buku yang menjelaskan kesesatan LDII, dan kini kami terbitkan kembali tahdziir (peringatan) kepada kelompok ini serta menjelaskan kesesatan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), kepada ummat, dimana pemerintah Indonesia sendiri (melalui MUI) sudah memvonis LDII sebagai aliran sesat.
Dan dalam kajian kali ini, berisi bantahan terhadap LDII alias Islam Jama’ah alias LEMKARI alias Darul Hadits (yang diambil dari al-Qur’an dan as-Sunnah) untuk membungkam penyimpangan mereka yang tampak dan yang mereka sembunyikan dengan sifat taqiyyah (yakni keyakinan wajib untuk berdusta untuk menyembunyikan jatidirinya).
- Daftar kesesatan LDII :: Daftar kesesatan LDII
- Mantan Jama'ah LDII berbicara :: Mantan Jama'ah LDII berbicara
Biographi al-Imam an-Nawawi -rahimahulloh
oleh: Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Jamuluddin al-Bugisi
(Diambil dari Muqoddimah Kitab "At Tibyan Fii Aadaabi Hamalatil Qur’aan")
Berkata Imam Abu Hanifah: "Mengenal sejarah kehidupan para ‘ulama salaf merupakan salah satu dari tentara Alloh subhana wa ta’ala yang dengannya membangkitkan semangat (dengan meniru adab dan akhlaq mereka)"
Sebagian salaf mengatakan "Hendaknya kalian meniru orang-orang terdahulu (‘ulama salaf) walaupun kalian tidak mampu seperti mereka, sesungguhnya meniru dalam perkara-perkara yang baik dari mereka adalah kemenangan"
Diantara ulama berkata "Tidak ada kitab fiqh yang terbaik dari kitab fiqh yang dikarang oleh al-Imam an-Nawawi yakni "al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab"
Imam Nawawi rahimahulloh meninggalkan banyak sekali karya ilmiah yang terkenal. Jumlahnya sekitar empat puluh kitab, diantaranya:
- Dalam bidang hadits: Arba'in, Riyadhush Shalihin, Al-Minhaj (Syarah Shahih Muslim), At-Taqrib wat Taysir fi Ma'rifat Sunan Al-Basyirin Nadzir.
- Dalam bidang fiqih: Minhajuth Thalibin, Raudhatuth Thalibin, Al-Majmu'.
- Dalam bidang bahasa: Tahdzibul Asma' wal Lughat.
- Dalam bidang akhlak: At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur'an, Bustanul Arifin, Al-Adzkar.
Sifat dan adab salam kaum Salaf
Pemateri : Ustadz Abdul ‘Aziz
Kitab : ad Durus al-Yaumiyyah
Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda.
“Artinya : Tidaklah kamu akan masuk surga sehingga kamu beriman, dan tidaklah kamu beriman sehingga kamu saling mencintai. Tidaklah kamu mau kutunjukkan kepada sesuatu yang apabila kamu lakukan kamu akan saling mencintai .? Yaitu sebarkanlah salam di antara kamu”.
(Hadits Riwayat Muslim. Shahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab Bayan Annahu Laa Yadkhulu Al-Jannata illa Al-Mu’minuun 2:35
SubhanAlloh, kami telah dimudahkan oleh Alloh jalla wa’ala untuk menyebarkan kembali sebuah risalah yang merupakan salah satu adab-adab islamiyah yang perlu dimiliki dan dilaksanakan seorang muslim terlebih lagi bagi mereka yang bersemangat mencontoh dan menghidupkan kembali sunnah-sunnah Nabi yang mulia Shalallahu ‘alayhi wa sallam, dan juga dilaksanakan oleh para as-salaf ash-Shalih -semoga Alloh meridhoi dan merahmati mereka, yakni Sifat dan Adab yang berkenaan dengan Salam, demikian pula risalah yang menyampaikan bagaimana adab dalam menjawab salam terhadap orang kafir, pelaku maksiat dan mubtadi’ dan pengikut pengekor bid’ah.
Ciri-ciri manusia yang mencintai Rosulullah shallallahu 'alayhi wa sallam
Pemateri: Ust. Abdul ‘Aziz
Kitab: Wujubul I’tidal fii Mahabbatir Rosul
(Tanda-tanda kecintaan kepada Rosulullah Shalallahu ‘alayihi wa sallam)
Tidaklah beriman seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya melebihi kecintaannya kepada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia. (HR. Al-Bukhari (no. 15), Muslim (no. 44), Ahmad (III/275) dan an-Nasa-i (VIII/114-115), dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu)
AhlusSunnah mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alayihi wa sallam dan mengagungkannya sebagaimana para Sahabat radhiyallahu ‘anhum mencintai beliau Shalallahu ‘alayihi wa sallam lebih dari kecintaan mereka kepada diri dan anak-anak mereka, sebagaimana yang terdapat dalam kisah ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, yaitu sebuah hadits dari Sahabat ‘Abdullah bin Hisyam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
"Kami mengiringi Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam, dan beliau menggandeng tangan ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu. Kemudian ‘Umar berkata kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Wahai Rasulullah, sungguh engkau sangat aku cintai melebihi apa pun selain diriku.' Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam menjawab: ‘Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku sangat engkau cintai melebihi dirimu.' Lalu ‘Umar berkata kepada beliau: ‘Sungguh sekaranglah saatnya, demi Allah, engkau sangat aku cintai melebihi diriku.' Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sekarang (engkau benar), wahai ‘Umar.'" ( HR. Al-Bukhari (no. 6632), dari Sahabat ‘Abdullah bin Hisyam radhiyAllohu’anhu)
Berdasarkan hadits di atas, maka mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dan harus didahulukan daripada kecintaan kepada segala sesuatu selain kecintaan kepada Allah, sebab mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengikuti sekaligus ke-harusan dalam mencintai Allah. Mencintai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah cinta karena Allah. Ia bertambah dengan bertambah-nya kecintaan kepada Allah dalam hati seorang mukmin, dan berkurang dengan berkurangnya kecintaan kepada Allah.
NAMUN, sejak Nabi Shalallahu ‘alayihi wa sallam telah tiada yang tersisa hanya para shahabat yang setia kepadanya , demikian juga para tabi’in - tabiut tabi’in dan para Imam-imam (ulama) ahlussunnah yang mengikuti apa yang mereka tempuh, maka nampaklah kaum ini menonjolkan rasa cinta yang tidak perna diajarkan oleh Nabinya Shalallahu ‘alayihi wa sallam juga para 3 generasi yang telah Alloh jalla wa’ala jamin kebaikan padanya. Sehingga yang tersisa adalah cinta menjadi penhinaan – ittiba’ menjadi pengingkaran, sunnah menjadi bid’ah.
Dengan demikian, bagaimana mengetahui ciri-ciri manusia yang benar-benar mencintai Nabi Shalallahu ‘alayihi wa sallam ? sebagaimana murid-murid beliau Shalallahu ‘alayihi wa sallam mencintainya ketika masih hidup disisi Nabinya.
[Catatan]
- Bagi yang berdomisili di Samarinda dan sekitarnya, kajian kitab Wujubul I’tidal fii Mahabbatir Rosul bisa dihadiri setiap kamis malam (ba’da maghrib) di Masjid al-Jihad (Jl.Harmonika) Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi al-Akh Abu Abdillah (0541-7010648)
- Sesi 2,3,4,5 download disini (17Mb)
- File Audio (sesi rekaman) tetap akan terus diupdate hingga kajian kitab selesai.
Benarkah Wahdah Islamiyah bermanhaj Salaf ?
Oleh: Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Jamaluddin al-Bugisiy
Tanya jawab Seputar Yayayan Wahdah Islamiyah (YWI) kami terbitkan untuk mencabut syubuhat-syubuhat yang dilontarkan oleh para barisan hizbiyyun yang mengatasnamakan kelompok mereka juga berada didalam jama’ah salafiy (ahlussunnah wal jama’ah).
Dimana perkataan (lisan) dan tulisan telah beredar luas (diantaranya melalui media internet) tentang yayasan ini yang keliru, Dalam rangka nasehat-menasehati, maka perlu diluruskan agar ummat tidak tertipu dengan yayasan ini. Terlebih lagi dari perkataan da’i (khutoba) mereka yang dihiasi dengan syubuhat yang menyambar secepat kilat yang menghantam hati-hati manusia yang lemah.
Dari Anas bin Malik radhiyAllohu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, dan sesungguhnya ummatku akan terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang semuanya berada di Neraka, kecuali satu golongan, yakni al-Jama’ah.
Hadits ini di-shahih-kan oleh Imam al-Albany dalam shahih Ibnu Majah no. 3227. (Silsilatul Ahaadits ash-Shahiihah (I/360-361)]
Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Ta’ala Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : ‘Ada’. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da’i – da’i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”.
[Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399].
Dan sebagian orang berkata kepada Imam Ahmad bin Hambal rahimahulloh, “Sesungguhnya berat bagi saya untuk mengatakan si fulan begini dan si fulan begitu.” Maka beliau berkata, “Apabila engkau diam dan saya diam, maka kapan orang yang jahil mengetahui dan dapat membedakan yang shahih dan bercacat?!”
Begitu pula misalnya, dalam rangka menjelaskan para imam ahli bid’ah, baik tokoh mereka dalam hal aqidah ataupun tokoh mereka dalam hal ibadah yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan As Sunnah, maka penjelasan keadaan mereka dan peringatan umat dari bahaya mereka hukumnya wajib berdasarkan kesepakatan kaum muslimin sampai-sampai dikatakan kepada Ahmad bin Hambal, “Mana yang lebih engkau cintai, seseorang yang puasa dan shalat serta ber’itikaf ataukah orang yang membantah ahli bid’ah?” Maka beliau menjawab, “Apabila dia shalat, puasa dan i’tikaf maka hanya untuk dirinya sendiri, dan apabila ia membantah ahli bid,ah maka hal itu untuk kepentingan kaum muslimin dan ini yang lebih utama.” Maka ia menjelaskan bahwa manfaat hal ini untuk kepentingan kaum muslimin pada umumnya dalam dien mereka. Maka membantah ahli bid’ah termasuk jihad di jalan Allah, di mana memurnikan dien Allah, jalan, manhaj, dan syari’atNya serta menolak kejahatan dan permusuhan mereka merupakan wajib kifayah berdasarkan kesepakatan kaum muslimin, kalau tidak ada orang yang Allah tampilkan untuk menolak bahaya mereka tentu dien ini akan rusak, dan rusaknya itu lebih parah dari sekedar musuh yang menjajah kaum muslimin, karena apabila mereka menguasai, mereka hanya menguasai fisik pada mulanya dan belum menguasai hati dan dien meskipun nantinya mereka pun berusaha menjajahnya pula, sedangkan ahli bid’ah mereka sejak awal sudah merusak hati-hati manusia.
[Catatan]
1. DILARANG menyebarkan isi audio dan link ini untuk ditempatkan pada situs/blog apapun, KECUALI mendapat ijin dari pihak audio@salaf.
2. Rekaman tanya-jawab ini diambil dari sesi yang berbeda dan telah kami edit menjadi satu bagian tanpa merubah isi (substansi) tentang penyimpangan Yayasan Wahdah Islamiyah.
Ketahuilah, Sesungguhnya ISLAM itu adalah SUNNAH dan SUNNAH adalah ISLAM
Kitab: Syarhus Sunnah
Penulis: al-Imam Abu Muhammad al-Hassan bin Ali bin Khalaf al-Barbahariy
Pemateri: Ustadz Abu Karimah ‘Askariy Jamaluddin al-Bugisiy
File Audio berisi:
(Biographi singkat al-Imam Barbahariy)
(Muqodimmah)
“Segala puji hanya milik Alloh ‘Azza wa jalla yang telah memberi kita petunjuk kepada al-Islam dan memberi karunia kita dengannya, mengeluarkan kita pada sebaik-baik ummat. Kita memohon taufiq dan kepada-Nya pada perkara-perkara yang ia cintai dan ridhai, dan meminta penjagaan dari perkara-perkara yang Dia benci dan murkai”
(1) “Ketahuilah, Sesungguhnya islam itu adalah Sunnah dan Sunnah adalah Islam, Salah satunya
tidak bisa tegak tanpa yang lainnya. Termasuk dalam Sunnah adalah menetapi jama’ah. Barang
siapa yang condong pada jama’ah yang lain dan memisahkan diri jama’ah (al-Haqq) maka sungguh
dia telah melepaskan tali islam dari lehernya dan keadaannya sesat serta menyesatkan”
[Catatan]
1. Jika antum berdomisili di samarinda dan sekitarnya, kitab Syarhus Sunnah karya al-Imam Barbahariy dibuka ta’lim setiap hari Ahad (ba’da Ashar) Masjid Al-Manshur Jl.Datuk Iba, S.Keledang – Samarinda Seberang oleh al-Ustadz Asror, Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi al-Akh Abu Jundi (081350040064)
2. Alhamdulillah ‘ala kulli haal, Kajian Syarah Syarhus Sunnah bisa didapatkan dalam bentuk CD,silahkan menghubungi Tasjilat Ibnul Qoyyim – Balikpapan disini
3. Afwan, ada koreksi dari isi file (tertanggal 17 Juli 2007) yang seharusnya berisi tentang syarah kitab Syarhus Sunnah namun berisi file lain. Saat ini kami sedang sudah menggantinya. (tertanggal 21 Juli 2007)
Menyingkap Tabir Penghalang dari Kebenaran (Muqoddimah Dauroh)
Oleh:Ust. Abu Usamah Abdurrahman Lombok
Lokasi:Masjid Zaadul Ma’aad, Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan
Waktu: 7-8 Juli 2007
Berisi nasehat terbimbing bagi para da’i salafiyyun dan teguran terhadap para da’i-da’i penyeru kebathilan yang sejatinya mereka adalah para da’i-da’i yang mengajak ummat kedalam neraka.
Alloh jalla wa’ala berfirman (artinya) ” Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat- menasehati supaya menetapi kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran”. [Al Ashr 1-3]
Allah jalla wa’ala memberitakan tentang orang-orang yang akan selamat dari kerugian, yaitu orang-orang yang terwujud pada dirinya perangai-perangai tersebut. Allah menyebutkan, bahwa mereka merealisasikan pada diri mereka keimanan, dan amal sholeh terlebih dahulu, sebelum mereka mendakwahi orang lain. Dakwah dengan nasehat-menasehati supaya menetapi kebenaran, dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. Sehingga ayat-ayat ini benar-benar telah menetapkan permasalahan ini.
Dan Allah sungguh telah mencela Bani Isra’il, dikarenakan mereka menyelisihi prinsip ini, yaitu dengan berfirman (Artinya) “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Alkitab (Taurat) Maka tidakkah kamu berpikir?”.[Al-Baqarah :44]
Oleh karena itu, hendaklah setiap penyeru senantiasa membenahi dirinya sendiri, sebelum berusaha membenahi orang lain, dan tatkala dirinya telah mencapai istiqomah (dalam kebaikan), kemudian ia menyatukan antara penerapan ajaran agama pada dirinya dengan perjuangan mendakwahi orang lain, maka ia benar-benar telah meniti metode dan petunjuk ulama?salaf, dan Allah akan melimpahkan kemanfaatan dari (dakwah) nya. Dengan demikian mereka adalah para da’i menuju kepada As Sunnah, melalui ucapan dan perilakunya. Dan sungguh demi Allah, metode ini merupakan kedudukan paling agung, yang bila seseorang telah berhasil mencapainya, maka ia termasuk hamba Allah yang paling baik kedudukannya pada hari kiyamat.
Allah Ta’ala berfirman.
“Artinya : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata : “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [Fush-Shilat :33]
Catatan
Untuk mendapatkan rekaman yang lengkap (berisi 8 file dauroh ini – format mp3-kwalitas 48Kbps 44100hz), dapat menghubungi kami disini
Kecelakaan bagi hamba dinar dan dirham !!
Kitab: Bulughul Marom
bab: Kitabul Jami’
Pemateri: Ust. Abu Karimah ‘Askariy Jamaluddin al-Bugisiy
Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, dari Abu Hurairah. Dia menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu’alayhi wa sallambersabda:
“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah, dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi, dia senang, tetapi jika tidak diberi, dia marah. Celakalah dia dan tersungkurlah. Apabila terkena duri, semoga tidak dapat mencabutnya.
“Berbahagialah seorang hamba yang memacu kudanya (berjihad dijalan Allah) dengan rambutnya yang kusut dan kedua kakinya berlumur debu . Bila dia berada di pos penjagaan, dia akan tetap setia berada di pos penjagaan itu. Bila ditugaskan di garis belakang, dia akan tetap setia berada di garis belakang itu. Jika dia meminta ijin (untuk menemui raja atau penguasa), tidak diperkenankan. Jika bertindak sebagai perantara, tidak diterima perantaraamya”
Syaikhul Islam berkata, “Nabi menyebutnya hamba dinar, hamba dirham, hamba qathifah dan hamba khamishah” Dia menyebutkan kalimat yang ada di dalam hadits (do’a dengan lafazh khabar), yaitu sabdanya : “Celakalah dia dan tersungkurlah. Apabila terkena duri, semoga tidak dapat mencabutnya” (Fathul Majid Syarh Kitab At Tauhid, Min Asy Syirki Iradatul Insan Bi’Amalihi Ad Dunya, hlm. 442)













Komentar Baru..
1 tahun 5 pekan y.l.
1 tahun 6 pekan y.l.
1 tahun 6 pekan y.l.
1 tahun 12 pekan y.l.
1 tahun 13 pekan y.l.
1 tahun 13 pekan y.l.
1 tahun 14 pekan y.l.
1 tahun 14 pekan y.l.
1 tahun 14 pekan y.l.
1 tahun 16 pekan y.l.